Makalah Aliran Psikologi Behavioristik (Tokoh Pandangan Terhadap Manusia, Teori Tentang Dinamika Perilaku Manusia)
Makalah
Aliran Psikologi Behavioristik
(Tokoh Pandangan Terhadap Manusia, Teori Tentang Dinamika Perilaku Manusia)
Dosen Pengampu
Ridwan, S.Psi., M.Psi., Psikolog
Disusun Oleh:
1. Tasya Rizqi (209210065)
2. Claresta Ardiningrum Y (209210063)
3. Darta Prananda (209210067)
PRODI PENDIDIKAN ISLAM ANAK USIA DINI
FAKULTAS TARBIYAH DAN KEGURUAN
UNIVERSITAS ISLAM NEGRI SULTHAN THAHA SAIFUDDIN JAMBI
2021
KATA PENGANTAR
Segala puji dan syukur kami panjatkan kehadirat Allah SWT atas limpahan rahmat dan karunia-Nya sehingga makalah yang berjudul, ” Aliran Psikologi Behavioristik (Tokoh Pandangan Terhadap Manusia, Teori Tentang Dinamika Perilaku Manusia)” dapat kami selesaikan dengan baik. Kami berharap makalah ini dapat menambah pengetahuan dan pengalaman bagi pembaca maupun kami selaku penulis.
Tak lupa kami ucapkan terimakasih kepada berbagai pihak yang banyak membantu dan ikut serta dalam pembuatan makalah ini. Harapan kami, informasi dan materi yang terdapat dalam makalah ini dapat bermanfaat bagi para pembaca
Demikian makalah ini kami buat, apabila terdapat kesalahan dalam penulisan, kami mohon maaf. Kami menerima kritik dan saran seluas-luasnya dari pembaca agar kedepan kami bisa membuat makalah yang lebih baik dalam kesempatan berikutunya.
Jambi, 27 Desember 2021
Pemakalah
DAFTAR ISI
JUDUL....................................................................................................
KATA PENGANTAR.................................................................................
DAFTAR ISI.............................................................................................
BAB I PENDAHULUAN............................................................................
A. Latar Belakang............................................................................
B. Rumusan Masalah......................................................................
C. Tujuan Masalah...........................................................................
BAB II ISI................................................................................................
A. Teori Behavioristik
B. Tokoh Yang Mengemukakan Aliran Psikologi Behavioristik
C. Teori Tentang Dinamika Perilaku Manusia
BAB III PENUTUP.....................................................................................
Kesimpulan.......................................................................................
Saran.................................................................................................
DAFTAR PUSTAKA...................................................................................
BAB I
PENDAHULUAN
A. LATAR BELAKANG
Psikologi adalah ilmu yang mempelajari tentang jiwa, perilaku dan, proses mental. Sedangkan Psikologi Pendidikan adalah cabang ilmu psikologi yang mengkhususkan diri pada cara memahami pengajaran dan pembelajaran dalam lingkungan pendidikan.Tujuan Psikologi Pendidikan adalah memberikan pengetahuan tentang riset yang dapat secara efektif diaplikasikan untuk situasi mengajar karena mengajar merupakan hal yang kompleks
Untuk mengajar yang efektif dalam situasi murid yang bervariasi. Maka diperlukan beragam perspektif dan strategi yang harus diaplikasikan secara fleksibel.Hal utama yang dibutuhkan adalah pengetahuan dan keahlian profesional serta komitmen dan inovasi.
Dalam ilmu psikologi terdapat beberapa aliran. Diantaranya adalah aliran Psikologi Behavioristik. Behavioristik adalah sebuah pandangan yang menyatakan bahwa perilaku harus dijelaskan melalui pengalaman yang dapat diamati, bukan dengan proses mental. Artinya menurut aliran ini perilaku adalah segala sesuatu yang kita lakukan dan bisa dilihat secara langsung . Misalnya anak menggambar, guru tersenyum pada anak,anak mengganggu teman, DLL. Nampemikiran, perasaan, dan motif yang dialami yang tidak bisa dilihat oleh orang lain bukan subjek yang tepat untuk ilmu perilaku karena tidak bisa diobservasi secara langsung.
Oleh karena itu, kita perlu membahas dan mempelajarinya sehingga kita bisa dan memahami dan membandingkan antara pandangan aliran psikologi behavioristik dengan pandangan aliran yang lain serta dapat diterapkan dalam dunia pendidikan nantinya.
B. RUMUSAN MASALAH
1. Apa yang dimaksud dengan teori Behavioristik ?
2. Siapa saja tokoh yang mengemukakan aliran psikologi behavioristik ?
3. Apa itu teori tentang dinamika perilaku manusia ?
C. TUJUAN MASALAH
1. Mengetahui apa itu teori Behavioristik.
2. Mengetahui siapa saja tokoh yang mengemukakan aliran psikologi behavioristik.
3. Mengetahui apa itu teori tentang dinamika perilaku manusia.
BAB II
ISI
A. Teori Behavioristik
1. Pengertian teori Behavioristik
Teori belajar behavioristik adalah salah satu teori pembelajaran yang paling tua. Meski terdengar kolot dan sudah semakin berkembang menjadi teori-teori baru yang dianggap lebih baik untuk digunakan, teori behavioristik ini pun nyatanya masih banyak digunakan dalam implementasi dunia pendidikan kita.
Teori Behavioristik adalah teori yang mempelajari perilaku manusia. Perspektif behavioral berfokus pada peran dari belajar dalam menjelaskan tingkah laku manusia dan terjadi melalui rangsangan berdasarkan (stimulus) yang menimbulkan hubungan perilaku reaktif (respons) hukum-hukum mekanistik.
Asumsi dasar mengenai tingkah laku menurut teori ini adalah bahwa tingkah laku sepenuhnya ditentukan oleh aturan, bisa diramalkan, dan bisa ditentukan (Rahyubi, 2012). Menurut teori ini, seseorang terlibat dalam tingkah laku tertentu karena mereka telah mempelajarinya, melalui pengalaman-pengalaman terdahulu, menghubungkan tingkah laku tersebut dengan hadiah (reward). Stimulans tidak lain adalah lingkungan belajar anak, baik yang internal maupun eksternal yang menjadi penyebab belajar. Sedangkan respons adalah akibat atau dampak, berupa reaksi fisik terhadap stimulans
Implementasi teori belajar behavioristik dalam dunia pendidikan ini terlihat dari beberapa contoh. Misalkan penerapan hukuman membersihkan halaman bagi siswa yang datang ke sekolah terlambat, terlepas apa pun alasan yang mendasarinya. Sekilas, teori ini cukup menakutkan karena penekanan prinsip pemberian hukuman, akan tetapi teori ini tak selamanya buruk. Untuk kondisi dan tujuan tertentu, teori ini dianggap merupakan pilihan metode pembelajaran yang tepat dan dianggap mampu menghasilkan output yang diharapkan.
Ciri dari implementasi sukses teori belajar behavioristik ini adalah adanya perubahan perilaku yang ditunjukkan seseorang setelah mengalami kejadian di masa lampau. Perubahan adalah tanda bahwa seseorang telah merespon suatu kejadian dan menjadikannya pembelajaran untuk tidak menggunakan respon yang sama di masa depan, guna menghindari akibat yang pernah dialaminya.
Pada teori behavioristik, ada beberapa prinsip yang mencirikan teori kuno ini, di antaranya: 1) Reinforcement and Punishment, 2) Primary and Secondary Reinforcement, 3) Schedules of Reinforcement, 4) Contingency Management, 5) Stimulus Control in Operant Learning, dan 6) The Elimination of Responses
2. Tokoh yang mengemukakan aliran psikologi behavioristik
1. Edward Lee Thorndike
Edward Thorndike (31 Agustus 1874 sampai 9 Agustus 1949) merupakan seorang psikolog berkebangsaan Amerika yang dikenal menghabiskan hampir seluruh karirnya di Columbia University. Karya yang diciptakannya dalam bidang Psikologi Perbandingan dan proses pembelajaran akhirnya berhasil membuahkan dasar ilmiah dalam psikologi pendidikan modern.
Thorndike memiliki pengertian dari teori belajar behavioristik yang dipahaminya sebagai proses interaksi antara stimulus dan respon. Stimulus adalah rangsangan, contohnya seperti pikiran dan perasaan. Sedangkan respon adalah reaksi yang ditunjukkan akibat stimulus. Perubahan tingkah laku akibat pembelajaran bagi Thorndike bisa berupa hal konkrit (bisa diamati dengan kasat mata) maupun tak konkrit.
Pemahaman dari tokoh Thorndike akhirnya melahirkan beberapa dalil belajar, antara lain:
Hukum Sebab Akibat, yang menunjukkan kuat lemahnya hubungan antara stimulus dengan respon tergantung pada akibat yang ditimbulkan.
Hukum Pembiasaan, yang menunjukkan bahwa hubungan stimulus dengan respon bisa menjadi kuat ketika dilatih atau diulang.
Hukum Kesiapan, yang menyatakan bahwa hubungan antara stimulus dengan respon akan mudah terbentuk jika ada kesiapan dari individu itu.
Hukum Reaksi Bervariasi, yaitu hukum yang menyatakan bahwa individu melakukan trial and error lebih dulu untuk menunjukkan macam-macam respon sebelum mendapat respon paling tepat.
Hukum Sikap, yaitu hukum yang menyatakan bahwa perilaku seseorang juga ditentukan oleh keadaan yang ada dalam diri individu seperti emosi dan psikomotor.
Hukum Aktivitas Berat Sebelah, yaitu individu memberikan respon pada stimulus tertentu sesuai dengan persepsi terhadap keseluruhan situasi. (baca: Psikologi Remaja)
Hukum Respon, yang merupakan pemahaman bahwa individu bisa menyatakan respon tindakan bahkan pada situasi yang belum pernah dialaminya.
Hukum Perpindahan Asosiasi, yaitu proses peralihan situasi lama ke situasi baru dengan cara bertahap, mengurangi unsur situasi lama dan mengenalkan unsur situasi baru.
2. Robert Gagne
Robert Gagne dikenal sebagai seorang ahli psikologi pendidikan. Gagne memiliki pendapatnya sendiri mengenai istilah belajar, yaitu sebagai proses suatu organisasi atau siswa berubah perilakunya sebagai akibat dari pengalaman yang pernah dialaminya. Belajar adalah proses yang memerlukan waktu untuk dapat melihat perubahannya (dari kurang baik menjadi lebih baik). Gagne juga berpendapat bahwa pembelajaran adalah periode terjadinya penerimaan informasi yang kemudian diolah dan dihasilkan output dalam bentuk hasil belajar.
Tahapan proses pembelajaran menurun Gagne dijelaskan dalam beberapa tingkatan, yaitu: 1) motivasi, 2) pemahaman, 3) perolehan, 4) penyimpanan, 5) ingatan kembali, 6) generalisasi, 7) perlakuan, dan 8) umpan balik. Gagne juga menyatakan adanya beberapa kategori belajar, di antaranya:
1.Verbal Information. Informasi verbal bisa berwujud uraian kata-kata, ulasan, maupun penjelasan yang bisa dikomunikasikan menggunakan bahasa baik secara lisan maupun tulisan.
2.Intellectual Skill. Kemampuan intelektual merupakan kemampuan yang dibutuhkan dalam aktivitas mental seperti berpikir, menggunakan logika, dan memecahkan masalah.
3.Attitude atau perilaku.
4.Cognitive Strategy. Strategi kognitif merupakan kemampuan internal atau dalam diri seseorang dalam berpikir, memecahkan masalah, hingga mengambil keputusan terkait suatu kejadian.
3.TEORI TENTANG DINAMIKA PERILAKU MANUSIA
Dinamika perilaku manusia adalah sekumpulan perilaku yang dimiliki oleh manusia, yang mana perilaku ini dipengaruhi oleh adat, sikap, nilai, etika, kekuasaan, persuasi dan genetika.
Menurut perspektif kognitif lebih menekankan pada tingkah laku. Menurut perspektif kognitif lebih menekankan bahwa tingkah laku adalah proses mental.
Menurut perspektif behaviorisme, manusia adalah mesin (Homo mechanicus) yang perilakunya dikendalikan oleh lingkungan.
Menurut perspektif humanistik adalah makhluk yang aktif dalam merumuskan strategi transaksional dengan lingkungannya.
Pada dasarnya individu mempunyai keinginan untuk memenuhi kebutuhan, dalam memenuhi kebutuhannya individu memerlukan perilaku-perilaku yang dinamis. Untuk mendapatkan perilaku yang dinamis, individu perlu menyesuaikan dan menggunakan segala aspek yang ada dalam dirinya. Apabila semua aspek dalam diri individu dapat berjalan dinamis, individu tidak hanya dapat memenuhi kebutuhannya tetapi juga dapat mengembangkan diri ke arah pengembangan pribadi.
Pengembangan pribadi yang dimaksud adalah individu dapat menguasai kemampuan kemampuan social secara umum seperti keterampilan komunikasi yang efektif, sikap tenggang rasa, memberi dan menerima toleran dan lain sebagainya.
Dalam Pendidikan pun dinamika perilaku perlu diterapkan agar kegiatan bimbingan dan konseling kelompok bisa berjalan dengan lancar, dinamis dan tujuan yang diingkan tercapai. Misalnya dalam bimbingan dan konseling kelompok semua anggota dan konselor bersikap pasif maka kegiatan tersebut tidak akan hidup dan tidak berjalan dengan lancar. Begitu pula sebaliknya.
Menurut pandangan humanistic, manusia adalah makhluk yang aktif dalam merumuskan strategi transaksional dengan lingkungannya. Perilaku manusia berpusat pada konsep dirinya berupa persepsi manusia tentang identitas dirinya yang bersifat fleksibel dan berubah-ubah. Selain itu perilaku manusia juga didasarkan pada kebutuhannya dalam fungsi untuk mempertahankan, meningkatkan serta mengaktualisasikan dirinya.
BAB III
PENUTUP
KESIMPULAN
Berdasarkan apa yang telah tertulis di makalah, dapat disimpulkan bahwa psikologi ialah ilmu yang mempelajari tentang jiwa,perilaku,dan proses mental. Sedangkan pskilologi behaviorisme ilmu yang mempelajari tentang tingkah laku atau perilaku manusia sedangkan dinamika perilaku manusia ialah sekumpulan perilaku yang dimiliki oleh manusia, yang mana perilaku ini dipengaruhi oleh adat, sikap, nilai, etika, kekuasaan, persuasi dan genetika.
SARAN
Dengan adanya makalah ini kami harapkan pembaca dapat memahami lebih lanjut, apa itu Aliran Psikologi Behavioristik (Tokoh Pandangan Terhadap Manusia, Teori Tentang Dinamika Perilaku Manusia) kami mengharapkan kritik serta saran dari pembaca agar kedepannya makalah ini dapat lebih baik dalam isi,penulisan dan lain sebagainya.
DAFTAR PUSTAKA
Makmun, A.S. (2007). Psikologi Kependidikan, Bandung: PT Remaja Rosdakarya.
Makmun, A.S. (1975). Prinsip-Prinsip Diagnostik Kesulitan Belajar, Bandung: FIP-IKIP Bandung.
Slavin, R.E. (2011). Psikologi Pendidikan Teori dan Praktik, Jakarta: PT Indeks.
Komentar
Posting Komentar